jendela ilmu

Kamis, 18 Oktober 2012

Lima Belas Menit Sebelum Maghrib

Sore tadi..
Lima belas menit sebelum maghrib..
Dahiku menengadah ke langit..

Lima belas menit sebelum maghrib..
Dentuman mesin berhenti..

Lima belas menit seblum maghrib..
Mesin mesin proyek dimatikan..

Lima belas menit yang berarti..

Menginspirasi..

Menghibur..

Penuh sensasi..

Lima belas menit sebelum maghrib..
Tak banyak orang yang menikmati..
Langit begitu mempesona..
Burung-burung beredar searah orang thawaf..
Bulan sabit 2 Dzulhijjah sudah menyapa..

Begitu banyak celah untuk kita bersyukur..
Namun banyak yang kufur..

Mengapa ada orang yang sedemikian frustasi..
Mengapa hari-hari mereka diliputi kata ini:
"STRESS"

Kurang hiburan?
Kurang apa?

Langit-Nya begitu luas tak bertepi..
Pasti rezeki-Nya pun luas terhampar..

Kurang apa lagi??
Mau hiburan?

Sekeliling kita adalah hiburan..

Rintik hujan yang menetes di jendela itu hiburan
Pesona langit senja juga hiburan
Lampu lampu jakarta di malam hari itu hiburan
Bahkan lukisan lembab kamar pun jadi hiburan...

Mengapa kita tak berusaha menikmati??

Pantaslah kalo kita disebut hamba yang kufur
Padahal banyak celah untuk kita bersyukur..

Selasa, 02 Oktober 2012

Sadarku

Sadarku..

kadang ku sadar sadarku tak sadar
kadang ku tak sadar sadarku tak sadar
kadang ku sadar sadarku sadar
kadang ku tak sadar sadarku sadar

Sadarkan sadarmu,
atas kesadaran yang seharusnya sadar
Sadarkan sadarmu,
atas kesadaran yang sadar
Tak sadarkan kesadaranmu,
atas kesadaran yang tak seharusnya sadar

Sadarku..
sadarlah..

Kau Lebih cantik dari bidadari


Wanita adalah sosok yang teramat mulia dalam islam. Dari rahim seorang wanita mulia tersimpan berjuta harapan, yaitu lahirnya generasi rabbani penerus peradaban. Sejarah mencatat bahwa dalam peradaban-peradaban sebelum islam wanita direndahkan bahkan hanya dijadikan peampiasan birahi para lelaki. Namun, setelah islam datang dengan membawa rahmat bagi semesta alam menjadikan wanita sebagai sosok yang mulia. Saking mulianya seorang wanita, ribuan bala tentara muslim diturunkan ketika ada seorang muslimah yang dihinakan. Untuk menjaga kehormatan wanita, disyari’atkanlah jilbab sebagai penutup aurat. Tujuan disyari’atkannya jilbab bagi wanita bukan untuk membatasi gerak wanita dan mengekang wanita, melainkan untuk menjaga segala keindahan yang ada pada diri seorang wanita sehingg tidak sembarang orang dapat menikmatinya secara liar. Wanita muslimah ibarat ratu, tidak bisa sembarang lelaki menyentuh dan mempermainkannya. Oleh karena itu bagi seorang wanita muslimah hendaknya menjaga dirinya dengan jilbabnya. Sebagaimana firman Allah dalam surat Annur ayat 31, “Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah merek menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali pada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka.”

Syurga terhampar luas bagi para wanita muslimah yang menjalankan syari’ah-Nya termasuk kewajibannya menutup aurat mereka dengan syarat hanya diniatkan untuk meraih ridho Allah SWT. Jilbab dan amal saleh para wanita muslimah akan mengundang kecintaan Allah dan mengantarkan mereka ke jannah-Nya.
Semua wanita mendambakan dirinya bisa tampil cantik jelita, dan ini merupakan hal yang wajar. Jika wanita berhasil meraih jannah, yang kelak ia dapatkan bahkan jauh lebih cantik dari apa yang ia bayangkan sebagai wanita tercantik di dunia. Allah akan mengembalikan ia ke usia muda dan gadis. Lebih dari itu, para wanita di dunia ketika masuk jannah maka akan lebih cantik daripada bidadari syurga bahkan berlipat ganda, tergantung dengan tingkat ibadahnya kepada Allah.

Oleh karena itu, berbahagialah para wanita muslimah yang telah berupaya beribadah dan beramal saleh hanya karena mengharap ridho Allah, serta berjuang untuk menjaga kehormatannya dengan jilbabnya karena kelak mereka akan menjadi wanita yang dirindukan syurga dan menjadi wanita yang lebih cantik dari bidadari.

Syurga untuk Wanita


Setiap orang menginginkan sebuah kenikmatan dan kebahagiaan, baik laki-laki maupun perempuan. Kenikmatan yang abadi hanya dapat dirasakan pada kehidupan yang abadi, yaitu di syurga. Adapun syurga tidak hanya dipreuntukan bagi kaum laki-laki saja, tapi juga untuk wanita. Sebagaimana firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 133 yang artinya, “Disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” Serta dalam surat An-Nisa ayat 124 yang berbunyi “Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik pria maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam jannah dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun.”
Seorang wanita hendaknya tidak bertele-tele mempersoalkan secara rinci tentang bagaimana seandainya jika ia berada di syurga. Cukuplah baginya mengetahui bahwa dengan masuknya seseorang di jannah atau syurga maka lenyaplah segala  kesusahan dan penderitaan yang telah ia alami selama di dunia, dan berubah menjadi kebahagiaan yang kekal selama-lamanya.
 
Di dalam jannah terdapat segala apapun yang diingini oleh hati dan sedap di pandang mata. Semuanya identik dengan kenikmatan dan kelezatan, tak ada yang membuat susah. Sehjingga tatkala pertama kali masuk, mereka telah mengetahui dimana rumahnya di jannah, tanpa harus mencari atau bertanya-tanya. Bahkan, mereka lebih hafal rumahnya di syurga daripada rumahnya di dunia.
Ketika Allah menyebutkan segala keindahan dan kesenangan yang ada di jannah maka itu berlaku umum baik laki-laki maupun wanita, seluruhnya mendapatkan kenikmatan-kenikmatan tersebut.