MENUJU KEMENANGAN DAKWAH KAMPUS
Karya: Ahmad Atian
“Kemenangan dakwah kampus bukanlah akhir dari segalanya, tetapi merupakan awal bagi proyek baru yang menanti.”
BAB 1. MUKADIMAH KEMENANGAN
Tugas menegakan amar makruf nahi munkar merupakan sesuatu yang sangat fundamental dalam islam. Melalui tugas inilah, Allah SWT menyeleksi kehidupan ini menjadi hitam dan putih, menjadi benar dan salah, menjadi berserah dan berserak, menjadi islam yang berlandaskan syukur dan jahil yang mencerminkan kufur. Dan melalui tugas inilah Allah memberikan gelar kepada umat ini khairu ummah (umat terbaik).
A. Sejarah Kita, Telaah Kembali Kita
Pemanfaatan kampus sebagai salah satu wahana dakwah islam sudah lama dilakukan. Pemanfaatan yang berkisar pada kader, alumni, pemikiran, fisik kampus, termasuk seluruh media yang ada telah sangat lama dijalankan dalam masyarakat islam. Hal ini telah bermula sejak masyarakat islam klasik. Kita mengenal dalam dalam sejarah islam klasik bagaimana universitas-universitas islam saat itu, yang tersebar di berbagai belahan dunia islam, berhasil melahirkan banyak pemikir dan pemikiran besar islam, menjadi corong pemikir dan pemikiran kritis islam, dan menjadi benteng utama peradaban islam. Dengan ini masyarakat islam mampu membangun peradaban besar yang ditakuti dan disegani.
Beberapa dekade terakhir, dakwah di kampus-kampus mulai bergulir di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.
Dakwah kampus di Indonesia telah dilakukan sejak prakemerdekaan hingga sekarang. Pada mulanya, dakwah kampus dijalankan secara individu, kemudian setelah disadari bahwa arus negatif tidak dapat dibendung hanya dengan sendirian dibentuklah perkumpulan-perkumpulan yang menjadi benih-benih awal pergerakan islam di kampus.
Seiring dengan berjalannya waktu, beberapa gerakan mahasiswa islam tercemari oleh berbagai pemikiran yang bertentangan dengan nilai-nilai islam, ditambah tekanan dari penguasa, manambah beban perjuangan. Akhirnya beberapa mahasiswa islam yang masih setia melakukan konsolidasi dan koordinasi terarah dan terpadu untuk menjaga imunitas islam. Mereka mengonsolidasi pergerakan dari bawah tanah dan memobilisasi massa mahasiswa islam melalui dakwah dan tarbiyah.
Euforia masa lalu dan dinamika keberhasilan masa lampau bisa jadi menyebabkan sebagian dari kita beranggapan inilah keberhasilan kita dan akhir dari tujuan kita. Di satu sisi, benar kita mesti berterima kasih pada masa lalu. Tetapi kita jangan lupa untuk menyusun mimpi esok hari.
Musuh kita sekarang lebih tersistem dan terorganisir, mengkultur, sangat pandai bersembunyi dan menipu, cerdas dan menguasai teknologi, mampu membungkam penguasa hingga aktivis dan mahasiswa, serangannya pun sangat halus dan jarang sekalai frontal.
1. Musuh kita hari ini hakikatnya adalah sebuah tatanan nilai
Tata nilai yang berlawanan dengan islam merupakan musuh kita, seperti neokapitalisme-neoliberalisme, KKN, malas, taklid buta, radikalisme, tidak demookratis, tidak adil, apatis, hedonis, otoriterisme gaya baru, penjajahan terselubung, dll.
2. Musuh kita hari ini sesungguhnya adalah diri kita sendiri
Musuh dari luar masih mudah dihadapi, tapi musuh dari kita sendiri bukan mudah untuk dihadapi. Musuh kita adalah sikap kita sendiri, yang tidak mau dewasa ( pesimis, malas, jumud, senang melanggar aturan, dll).
B. Pembaruan Dakwah Kampus, Sebuah Renovasi Cerdas-Paripurna
Pembaruan merupakan sebuah proses penyesuaian diri dengan realitas zaman agar kemudian semakin pasti melangkah menuju kemenangan esok hari. Pembaruan ini merupakan sebuah sunatullah, yang dengannya Allah menjalankan kehidupan. Dan perubahan tersebut akan menjadikan kehidupan lebih baik.
Perubahan merupakan jalan penuntasan mimpi (proses perwujudan keinginan-keinginan manusia). Sehingga pelaku perubahan merupakan “sang penuntas mimpi’, yaitu orang-orang yang istimewa, optimis, dan penuh keyakinan.
Dakwah kampus akan tetap bergerak dinamis ketika DK terus berupaya menyesuaikan diri dengan alam sekitar melalui pembaharuan, yang di situlah DK akan menemukan energi kehidupan menuju kemenangan DK.
Namun, pembaruan ini tidak akan pernah tercapai ketika kita belum berhasil melakukan perbaikan di internal diri, sebagaimana tertera dalam Al-Qur’an surat Ar-ra’d ayat 11. Perbaikan internal ini pada hakikatnya adalah penempaan diri, pembangunan cita-cita, dan pengenalan prinsip.
Pembaruan mempunyai 4 rukun, yaitu:
1. Iman yang mendalam
2. Keikhlasan dalam perjuangan
3. Semangat yang menggelora
4. Kesiapan amal dan pengorbanan
C. Kita Hari Ini, Telaah Kritis DK Kontemporer
Terdap[at beberapa qadhiyah utama yang harus ditanggulangi, diantaranya:
1. Redupnya cahaya dakwah dan tarbiyah
2. Hilangnya kontribusi dan atau nilai kontribusi
3. Terjebak pada seremonial
4. Disorientasi
5. Trauma persepsi
D. Kemenangan DK, Cita-Cita Kita
Berbeda dengan kemenangan lain, kemenangan DK yang merupakan kemenangan islam, bukan akhir dari segalanya, tetapi menjadi awal bagi perjalanan selanjutnya. Dan kemenangna DK yang kita maksudkan adalah keterwujudan ruh islam dalam kehidupan bermasyarakat kampus, dimana nilai-nilai islam benar-benar mempengaruhi keseharian civitas akademica kampus.
Dan sesungguhnya terbiyah bertujuan untuk menemukan kesimpulan, kemudian kesimpulan, kemudian kesimpulan. Oleh karenanya, kemenangan DK merupakan awal bagi proyek baru yang menanti.
BAB 2. PERBAIKAN INTERNAL DAKWAH KAMPUS
A. Tahap 1
1. Back to Ashalah
Kemabali kepada nilai-nilai esensial dari 5 hal utama: islam, tarbiyah, dakwah fiqh dakwah, dan manhaj dakwah.
2. Menghapus trauma persepsi
Berbagai bentuk persepsi yang saat ini dialami DK yaitu:
• Trauma persepsi merasa superior
• Trauma persepsi merasa harus memimpin terus
• Trauma persepsi merasa senang bersuudzhan
• Trauma persepsi merasa tidak mau kreatif
• Persepsi yang salah, bahwa ketika kita kalah maka dakwah kalah.
3. Komitmen dengan sikap terbaik
DK membutuhkan komitmen pada sikap terbaik, sebagaimana umat islam mencapai kegemilangan pada masa lampau dengan komitmen kaum musliminin yang tinggi terhadap islam. Adapun komitmen yang dibutuhkan DK diantaranya adalah:
• Komitmen bahwa perjuangan semata-mata dilakukan demi Allah SWT.
• Komitmen terhadap pilihan jamaah
• Komitmen untuk saling melengkapi, bukannya berpecah.
• Komitmen terhadap pencarian jati diri (proses tarbiyah).
B. Tahap 2
1. Membuka kran komunikasi yang lebih baik dan kran informasi yang lebih sehat
Berapa banyak gerakan yang hancur karena komunikasi yang buruk di internal mereka. Oleh karenanya, di masa depan DK harus mampu mengoptimalisasikan sumber daya informasi-komunikasi yang ada.
2. Melahirkan kepemimpinan baru bagi dakwah di era baru
Kaderisasi sangat penting dalam dunia dakwah. Regenerasi dan kaderisasi kepemimpinan DK di era baru tidak hanya sekadar mendapat tim baru, tapi juga mampu melahirkan kepemimpinan baru bagi dakwah, yang kuat dan siap menerima tantangan.
3. Agent of Allah
Tujuan utama adanya kaderisasi DK adalah menciptakan kader yang berjuang untuk Allah, kader yang bertindak untuk kejayaan islam, dan kader inilah yang pasti akan menang dalam kehidupan. Dan fokus utama DK seharusnya bukanlah mencetak kader organisasi, pemikiran, dan kader lainnya, tetapi mencetak kader dakwah.
4. Totalitas Kaderisasi
“Kader adalah rahasia kehidupan bagi umat,. Sejarah umat adalah sejarah para kader yang miltan dan memiliki kekuatan jiwa serta kehendak. Sesungguhnya kuat lemahnya suatu umat diukur dari sejauh mana kesuburan umat tersebut dalam mengahasilkan kader-kader yang memiliki sifat kesatria.” (Risalah Hal Nahnu Qaumun ‘Amaliyun)
Hidup untuk kemenangan DK berarti hidup untuk totalitas kaderisasi DK. Perangkat yang akan menjadi fondasi, pilar, batang tubuh, dan tulang punggung dari proyek pemenangan tersebut adalah kader.
Bab 3. Pembaruan Dakwah Kampus
Untuk mencapai kemenangan dakwah kampus ini, diperlukan enam kerangka strategis yang merupakan format dakwah kampus masa depan:
1. Dakwah prestatif
DK kedepan diharapkan dapat memenuhi kualifikasi ni, yakni dakwah prestatif. Melihat dinamika kehidupan diperlukannya DK yang prestatif. Yaitu dengan memaksimalkan potensi diri dan sumber daya yang ada.
2. Creative majority
3. Dakwah kaya
4. Ketokohan sosial
5. Kepemimpinan sejati
6. Maksimalisasi peran mujahidah dakwah kampus
Enam kerangka strategis dakwah kampus ini bisa dicapai dengan terlebih dahulu melakukan perbaikan internal dakwah kampus melalui dua tahap dalam bab 2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar