jendela ilmu

Senin, 04 Juli 2011

MENJADI MURABBIYAH SUKSES


Tarbiyah merupakan proses pembinaan diri dan umat menuju arahan yang ideal dalam Islam. Tarbiyah islamiyah diarahakan bukan hanya untuk kaum lelaki saja, namun juga perempuan agar dapat memperbaiki diri dan umat sehingga mampu mengisi peran-peran perubahan sesuai dengan bidang dan spesialisasi masing-masing.
Sering kita dengar bahwa ketika mendidik lelaki berarti telah mendidik satu orang. Namun ketika mendidik seorang perempuan maka telah mendidik umat, karena dari rahim seorang perempuan akan lahir generasi-generasi baru penerus peradaban. Muslimah sebagai komponen penting dalam masyarakat hendaknya  mendapat sentuhan tarbiyah secara sempurna, agar segala kebaikan dirinya akan membawa kontribusi kebaikan bagi masyarakat luas dan negara. Dan awal dari kehancuran sebuah peradaban bisa jadi diawali oleh kehancuran kepribadian kaum perempuan, sebagaimana kita ketahui bahwa kejayaan sebuah peradaban yang diawali oleh kekokohan kepribadian kaum perempuannya.

Urgensi Tarbiyah bagi Muslimah
             dapat dipungkiri bahwa tarbiyah memainkan peran penting dalam dakwah islamiyah dan  merupakan langkah efektif untuk menjaga kebaikan manusia. Dengan demikian, melakukan tarbiyah adalah sebuah jalan untuk menjaga dan melipatkan kebaikan diri.
Beberapa urgensi tarbiyah pada kalangan muslimah diantaranya adalah :
1.      Keadilan taklif antara kewajiban lekaki dan perempuan, maksudnya Allah memberikan pembebanan (taklif) secara sama dan seimbang antara laki-laki dan perempuan.
2.       Menguatkan kecenderungan muslimah kepada kebaikan
3.      Antisipasi kondisi eksternal
4.      Mempersiapkan muslimah untuk mengemban peran peradaban
5.      Kekhususan kaum wanita
6.      Muslimah memerlukan kebersamaan

Persiapan Menjadi Murabbiyah
Yang diperlukan adalah hal-hal sebagai berikut:
1.            Kesediaan untuk berproses bersama dalam kebaikan sesuai mekanisme kejamaahan
2.             Kesediaan untuk berproses bersama kader untuk mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki
3.            Kesungguhan untuk mengelola proses pembinaan dalam bingkai system
4.            Kemauan yang kuat untuk senantiasa meningkatkan berbagai kapasitas diri
5.            Pemahaman akan visi, misi, tujuan, tahapan, metode serta sarana dalam pembinaan

            Allah SWT mengajarkan kita agar senantiasa melakukan persiapan dalam setiap amal, sebagaimana tertera dalam firman-Nya: “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).” (QS. Al Anfal:60)
            Untuk menjadi murabbiyah memerlukan sejumlah persiapan diri, agar hasil yang diharapkan secara timbale balik lebih optimal. Diantara persiapan yang diperlukan bagi murabbiyah adalah:
1.      Siapkan mental: Setiap murabbiyah harus mendudukkan dirinya dalam posisi Pembina, dimana ia akan menjadi tempat bertanya, tempat curhat, tempat mengeluh, tempat mengadukan permasalahan, juga teman mengobrol dan berdiskusi.
2.      Siapkan ilmu: kunci pertama dalam persiapan ilmu ini adalah kesediaan untuk belajar, belajar dan terus belajar. Jika mengarah kepada keilmuan yang ideal, Syaikh Said Hawwa menyebutkan beberapa ilmu islam yang harus diketahui oleh setiap muslim dewasa ini:
-          Ilmu Ushul Ats-Tsalasah (tiga landasan pokok) yang meliputi pengetahuan tentang Allah Swt, Rasul dan Islam
-          Al-Qur`an baik kandungan maupun ilmu-ilmu yang berhubungan dengannya
-          Sunah, baik kandungan maupun ilmu-ilmu yang berkaitan dengannya
-          Ilmu Ushul Fiqh
-          Ilmu aqidah, akhlak dan fiqih
-          Sirah Nabawiyah dan tarikh umat islam
-          Ilmu Bahasa Arab
-          Sistem musuh dalam menghancurkan islam
-          Studi Islam Modern
-          Fiqih Dakwah
3.  Siapkan Spiritualitas
Setiap murabbiyah hanya dituntut kesungguhan untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah, dengan berbagai bentuk ibadah kepada-Nya.
4. Siapkan Akhlak
     Murabbiyah bukanlah orang yang hanya pandai menyuruh orang lain melakukan kebajikan, sementara dirinya melalaikan kebajikan tersebut. Untuk itulah dalam sebuah proses tarbiyah, harus ada kontribusi timbal balik, antara murabbi dengan mutarabbiyah dan antar sesama mutarabbiyah, untuk saling memperbagus akhlak.
Ada beberapa perhatian penting bagi setiap murabbiyah untuk menetapi beberapa karakter berikut:
·         Berusaha menampilkan keteladanan yang maksimal di depan mutarabbiyah dan masyarakat secara umum di berbagai bidang kehidupan.
·         Senantiasa mendekatkan diri kepada Allah aktivitas ibadah [
·         Menjaga kerapihan, keindahan dan kebersihan dalam berpakaian atau berpenampilan secara umum
·         Senantiasa berusaha untuk meningkatkan kapasitas keilmuan
·         Melaksanakan pertama kali syiar-syiar ubudiyah yang dibebankan kepada mutarabbiyah
·         Menebarkan kasih sayang dan lemah lembut kepada mutarabiyah
·         Menampilkan sikap kedewasaan dalam bermuamalah dengan mutarabbiyah
·         Menampilkan kepribadian kuat, bersemangat tinggi dan berdedikasi penuh keikhlasan
·         Mendoakan mutarabbiyah di luar pengetahuan mereka, untuk kebaikan mereka dan keluarga mereka di dunia dan akhirat
·         Senantiasa siap memperbaiki kekurangan diri dalam berbagai hal.

Kemampuan Khas Murabbiyah
  1. Kemampuan berbahasa arab
  2. Kemampuan berbahasa Indonesia
  3. Kemampuan menulis dengan huruf arab
  4. Kemampuan menulis dengan huruf latin
  5. Kemampuan berbicara
  6. Kemampuan beretorika
  7. Kemampuan mendengar pembicaraan
  8. Kemampuan menyegarkan suasana
  9. Kemampuan berkomunikasi
  10. Kemampuan bercerita
  11. Kemampuan memimpin forum
  12. Kemampuan merespon dan menyelesaikan masalah
Prinsip Interaksi dalam forum tarbiyah
  1. Membuat kontrak tarbiyah
  2. Membangun kepercayaan awal
  3. Membangun kedekatan murabbiyah dan mutarabbiyah
Untuk membina kedekatan hubungan ini, para murabbiyah hendaknya memperhatikan beberapa perangkat :
·         Ikhlas karena Allah dalam berhubungan dengan mutarabbiyah
·         Bersahabat dalam berhubungan dengan mutarabbiyah
·         Lembut dalam berhubungan dengan mutarabbiyah
·         Hidupkan suasana dialogis dalam forum
·         Munculkan suasana ukhuwah dalam kelompok
·         Perhatikan mutarabbiya termasuk pada hal-hal yang tampak sepele
·         Siapkan untuk berproses bersama mutarabbiyah dalam kebaikan
  1. Membangun komunikasi efektif
Diantara cirri-ciri komunikasi efektif adalah:
·         Komunikasi harus mudah dimengerti
·         Komunikasi harus lengkap sehingga tidak menimbulkan keraguan
·         Komunikasi harus tepat waktu dan tepat sasaran
·         Komunikasi dengan landasan saling kepercayaan
·         Komunikasi perlu memperhatikan situasi dan kondisi
Diantara hambatan bagi terbangunnya komunikasi yang baik antara murabbiyah dan mutarabbiyah adalah:
·         Kesan keangkuhan murabbiyah atau kesakralan murabbiyah di hadapan mutarabbiyah
·         Perasaan hati yang tidak enak terhadap murabbiyah dan sebaliknya
·         Jauhnya jarak tempat tinggal antara murabbiyah dan mutarabbiyah
·         Persepsi negative mutarabbiyah dengan murabbiyah dan sebaliknya
·         Kesibukkan masing-masing pihak sehingga tidak menyempatkan waktu untuk membangun komunikasi yang sehat
·         Sifat-sifat ketertutupan kedua belah pihak
  1. Mintalah umpan balik dari mutarabbiyah

Sikap-Sikap yang Harus Dihindari Murabbiyah
  1. Bersikap kaku apalgi kasar terhadapnya
  2. Melupakan namanya
  3. Memotong pembicaraanya
  4. Menegur langsung dihadapan muslimah lainnya
  5. Tidak mau menyempatkan mendengar curhatnya
  6. Tidak memberikan waktu untuknya
  7. Tidak menanggapi usulannya
  8. Tidak dialogis dalam mengelola forum tarbiyah
  9. Tidak ramah dan lembut kepadanya
  10. Tidak pernah menanyakan kondisinya
  11. Tidak pernah memujinya
  12. Tidak mau mengakui kesalahan dan meminta maaf
  13. Membicarakan di depan mutarabbiyah yang lain ketika yang bersangkutan tidak hadir

Perlengkapan bagi murabbiyah
1.      Quran
2.      Hadist arba’in
3.      Buku induk kumpulan paket materi tarbiyah
4.      Catatan materi
5.      Referensi induk
6.      Referensi rujukan
7.      Administrasi
8.      Media
9.      Transport
10.  Komunikasi

Pengelolaan Teknis
1.      Mengelola tempat pertemuan
2.      Kejelasan teknis pertemuan
3.      Menyiapkan perlengkapan teknis yang diperlukan di tempat acara
4.      Menyiapkan ruangan
5.      Pengaturan kedatangan
6.      Penjagaan ketertiban dan kerapian

Pengelolaan forum
Persiapan awal
1.      Pengecekan kehadiran
2.      Pengecekan kesiapan perlengkapan
3.      Penataan forum tarbiyah      

 Pengelolaan agenda forum tarbiyah
1.      Pembukaan
2.      Tilawah
3.      Kultum
4.      Penyampaian materi
5.      Diskusi
6.      Syura
7.      Taklimat
8.      Kesimpulan
9.      Penutup
10.  Infaq
11.  Pengecekan syiar dan hafalan

Kegiatan tarqiyah bersama
1.      Mabit atau jalsah ruhiyah
2.      Diskusi atau bedah buku
3.      Daurah ilmiyah tsaqafiyah
4.      Kursus bahasa arab
5.      Dauroh manajemen dan lifeskill
6.      Riyadhah
7.       Mukhayam
8.      Rihlah
9.      Silaturahim
10.  Shalat fardhu berjamaah
11.  I’tikaf ramadhan
12.  Membagi hadiah Kegiatan tadribiyah
13.  Kegiatan munasharah atau pembelaan terhadap kaum muslimin
14.  Kegiatan muzhaharah atau demonstrasi
15.  Kegiatan kepanitiaan
16.  Mengisi daurah
17.  Aktivitas organisasi
18.  Mengelola halaqoh tarbawiyah
19.  Keterlibatan dalam dakwah amah       

Beberapa Tips :
1.      Membangun keterbukaan
2.      Hidupkan suasana diskusi
3.      Libatkan mereka dalam program halaqah
4.      Variasikan kegiatan halaqah
5.      Libatkan mereka dengan acara-acara keislaman
6.      Libatkan dalam aktivitas amal jama’i
7.      Jangan terlalu banyak memberi beban

Dakwah adalah kerja hati, maka hanya hati yang selalu bermuajahah kepada Allah yang mampu memaknai tarbiyah dengan benar dan ikhlas dalam menjalankannya. Sang murabbiyah sejati bertugas menyeru pada kebaikan dan mencegah kemungkaran kapanpun dan dimanapun dia berada, serta senantiasa bersungguh-sungguh dalam memperbaiki kualitas diri agar mampu menciptakan mutarabby yang berkualitas pula serta siap meneruskan risalah dakwah.
Ingatlah bahwa malaikat, penduduk langit dan bumi, sampai semut-semut di lubang dan ikan-ikan di lautan memohonkan rahmat-Nya bagi manusia yang mengajarkan kebaikan.
Wallahu ‘alam bishowab… 
Sumber: Menjadi murabbiyah sukses (Cahyadi takariawan dan Ida Nur laila)




Sabtu, 02 Juli 2011

RESUME: MENUJU KEMENANGAN DAKWAH KAMPUS

MENUJU KEMENANGAN DAKWAH KAMPUS
Karya: Ahmad Atian

“Kemenangan dakwah kampus bukanlah akhir dari segalanya, tetapi merupakan awal bagi proyek baru yang menanti.”
BAB 1. MUKADIMAH KEMENANGAN
Tugas menegakan amar makruf nahi munkar merupakan sesuatu yang sangat fundamental dalam islam. Melalui tugas inilah, Allah SWT menyeleksi kehidupan ini menjadi hitam dan putih, menjadi benar dan salah, menjadi berserah dan berserak, menjadi islam yang berlandaskan syukur dan jahil yang mencerminkan kufur. Dan melalui tugas inilah Allah memberikan gelar kepada umat ini khairu ummah (umat terbaik).
A. Sejarah Kita, Telaah Kembali Kita
Pemanfaatan kampus sebagai salah satu wahana dakwah islam sudah lama dilakukan. Pemanfaatan yang berkisar pada kader, alumni, pemikiran, fisik kampus, termasuk seluruh media yang ada telah sangat lama dijalankan dalam masyarakat islam. Hal ini telah bermula sejak masyarakat islam klasik. Kita mengenal dalam dalam sejarah islam klasik bagaimana universitas-universitas islam saat itu, yang tersebar di berbagai belahan dunia islam, berhasil melahirkan banyak pemikir dan pemikiran besar islam, menjadi corong pemikir dan pemikiran kritis islam, dan menjadi benteng utama peradaban islam. Dengan ini masyarakat islam mampu membangun peradaban besar yang ditakuti dan disegani.
Beberapa dekade terakhir, dakwah di kampus-kampus mulai bergulir di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.
Dakwah kampus di Indonesia telah dilakukan sejak prakemerdekaan hingga sekarang. Pada mulanya, dakwah kampus dijalankan secara individu, kemudian setelah disadari bahwa arus negatif tidak dapat dibendung hanya dengan sendirian dibentuklah perkumpulan-perkumpulan yang menjadi benih-benih awal pergerakan islam di kampus.
Seiring dengan berjalannya waktu, beberapa gerakan mahasiswa islam tercemari oleh berbagai pemikiran yang bertentangan dengan nilai-nilai islam, ditambah tekanan dari penguasa, manambah beban perjuangan. Akhirnya beberapa mahasiswa islam yang masih setia melakukan konsolidasi dan koordinasi terarah dan terpadu untuk menjaga imunitas islam. Mereka mengonsolidasi pergerakan dari bawah tanah dan memobilisasi massa mahasiswa islam melalui dakwah dan tarbiyah.
Euforia masa lalu dan dinamika keberhasilan masa lampau bisa jadi menyebabkan sebagian dari kita beranggapan inilah keberhasilan kita dan akhir dari tujuan kita. Di satu sisi, benar kita mesti berterima kasih pada masa lalu. Tetapi kita jangan lupa untuk menyusun mimpi esok hari.
Musuh kita sekarang lebih tersistem dan terorganisir, mengkultur, sangat pandai bersembunyi dan menipu, cerdas dan menguasai teknologi, mampu membungkam penguasa hingga aktivis dan mahasiswa, serangannya pun sangat halus dan jarang sekalai frontal.
1. Musuh kita hari ini hakikatnya adalah sebuah tatanan nilai
Tata nilai yang berlawanan dengan islam merupakan musuh kita, seperti neokapitalisme-neoliberalisme, KKN, malas, taklid buta, radikalisme, tidak demookratis, tidak adil, apatis, hedonis, otoriterisme gaya baru, penjajahan terselubung, dll.
2. Musuh kita hari ini sesungguhnya adalah diri kita sendiri
Musuh dari luar masih mudah dihadapi, tapi musuh dari kita sendiri bukan mudah untuk dihadapi. Musuh kita adalah sikap kita sendiri, yang tidak mau dewasa ( pesimis, malas, jumud, senang melanggar aturan, dll).
B. Pembaruan Dakwah Kampus, Sebuah Renovasi Cerdas-Paripurna
Pembaruan merupakan sebuah proses penyesuaian diri dengan realitas zaman agar kemudian semakin pasti melangkah menuju kemenangan esok hari. Pembaruan ini merupakan sebuah sunatullah, yang dengannya Allah menjalankan kehidupan. Dan perubahan tersebut akan menjadikan kehidupan lebih baik.
Perubahan merupakan jalan penuntasan mimpi (proses perwujudan keinginan-keinginan manusia). Sehingga pelaku perubahan merupakan “sang penuntas mimpi’, yaitu orang-orang yang istimewa, optimis, dan penuh keyakinan.
Dakwah kampus akan tetap bergerak dinamis ketika DK terus berupaya menyesuaikan diri dengan alam sekitar melalui pembaharuan, yang di situlah DK akan menemukan energi kehidupan menuju kemenangan DK.
Namun, pembaruan ini tidak akan pernah tercapai ketika kita belum berhasil melakukan perbaikan di internal diri, sebagaimana tertera dalam Al-Qur’an surat Ar-ra’d ayat 11. Perbaikan internal ini pada hakikatnya adalah penempaan diri, pembangunan cita-cita, dan pengenalan prinsip.
Pembaruan mempunyai 4 rukun, yaitu:
1. Iman yang mendalam
2. Keikhlasan dalam perjuangan
3. Semangat yang menggelora
4. Kesiapan amal dan pengorbanan

C. Kita Hari Ini, Telaah Kritis DK Kontemporer
Terdap[at beberapa qadhiyah utama yang harus ditanggulangi, diantaranya:
1. Redupnya cahaya dakwah dan tarbiyah
2. Hilangnya kontribusi dan atau nilai kontribusi
3. Terjebak pada seremonial
4. Disorientasi
5. Trauma persepsi

D. Kemenangan DK, Cita-Cita Kita
Berbeda dengan kemenangan lain, kemenangan DK yang merupakan kemenangan islam, bukan akhir dari segalanya, tetapi menjadi awal bagi perjalanan selanjutnya. Dan kemenangna DK yang kita maksudkan adalah keterwujudan ruh islam dalam kehidupan bermasyarakat kampus, dimana nilai-nilai islam benar-benar mempengaruhi keseharian civitas akademica kampus.
Dan sesungguhnya terbiyah bertujuan untuk menemukan kesimpulan, kemudian kesimpulan, kemudian kesimpulan. Oleh karenanya, kemenangan DK merupakan awal bagi proyek baru yang menanti.

BAB 2. PERBAIKAN INTERNAL DAKWAH KAMPUS
A. Tahap 1
1. Back to Ashalah
Kemabali kepada nilai-nilai esensial dari 5 hal utama: islam, tarbiyah, dakwah fiqh dakwah, dan manhaj dakwah.
2. Menghapus trauma persepsi
Berbagai bentuk persepsi yang saat ini dialami DK yaitu:
• Trauma persepsi merasa superior
• Trauma persepsi merasa harus memimpin terus
• Trauma persepsi merasa senang bersuudzhan
• Trauma persepsi merasa tidak mau kreatif
• Persepsi yang salah, bahwa ketika kita kalah maka dakwah kalah.
3. Komitmen dengan sikap terbaik
DK membutuhkan komitmen pada sikap terbaik, sebagaimana umat islam mencapai kegemilangan pada masa lampau dengan komitmen kaum musliminin yang tinggi terhadap islam. Adapun komitmen yang dibutuhkan DK diantaranya adalah:
• Komitmen bahwa perjuangan semata-mata dilakukan demi Allah SWT.
• Komitmen terhadap pilihan jamaah
• Komitmen untuk saling melengkapi, bukannya berpecah.
• Komitmen terhadap pencarian jati diri (proses tarbiyah).

B. Tahap 2
1. Membuka kran komunikasi yang lebih baik dan kran informasi yang lebih sehat
Berapa banyak gerakan yang hancur karena komunikasi yang buruk di internal mereka. Oleh karenanya, di masa depan DK harus mampu mengoptimalisasikan sumber daya informasi-komunikasi yang ada.
2. Melahirkan kepemimpinan baru bagi dakwah di era baru
Kaderisasi sangat penting dalam dunia dakwah. Regenerasi dan kaderisasi kepemimpinan DK di era baru tidak hanya sekadar mendapat tim baru, tapi juga mampu melahirkan kepemimpinan baru bagi dakwah, yang kuat dan siap menerima tantangan.
3. Agent of Allah
Tujuan utama adanya kaderisasi DK adalah menciptakan kader yang berjuang untuk Allah, kader yang bertindak untuk kejayaan islam, dan kader inilah yang pasti akan menang dalam kehidupan. Dan fokus utama DK seharusnya bukanlah mencetak kader organisasi, pemikiran, dan kader lainnya, tetapi mencetak kader dakwah.
4. Totalitas Kaderisasi
“Kader adalah rahasia kehidupan bagi umat,. Sejarah umat adalah sejarah para kader yang miltan dan memiliki kekuatan jiwa serta kehendak. Sesungguhnya kuat lemahnya suatu umat diukur dari sejauh mana kesuburan umat tersebut dalam mengahasilkan kader-kader yang memiliki sifat kesatria.” (Risalah Hal Nahnu Qaumun ‘Amaliyun)
Hidup untuk kemenangan DK berarti hidup untuk totalitas kaderisasi DK. Perangkat yang akan menjadi fondasi, pilar, batang tubuh, dan tulang punggung dari proyek pemenangan tersebut adalah kader.

Bab 3. Pembaruan Dakwah Kampus
Untuk mencapai kemenangan dakwah kampus ini, diperlukan enam kerangka strategis yang merupakan format dakwah kampus masa depan:
1. Dakwah prestatif
DK kedepan diharapkan dapat memenuhi kualifikasi ni, yakni dakwah prestatif. Melihat dinamika kehidupan diperlukannya DK yang prestatif. Yaitu dengan memaksimalkan potensi diri dan sumber daya yang ada.
2. Creative majority
3. Dakwah kaya
4. Ketokohan sosial
5. Kepemimpinan sejati
6. Maksimalisasi peran mujahidah dakwah kampus
Enam kerangka strategis dakwah kampus ini bisa dicapai dengan terlebih dahulu melakukan perbaikan internal dakwah kampus melalui dua tahap dalam bab 2